Current Issue

Vol 4 No 1 (2021): Presentasi Klinis dan Diagnosis Karsinoma Nasofaring

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang muncul dari epitel nasofaring dan memiliki prevalensi terbatas di wilayah tertentu di dunia. Karsinoma ini dapat mengenai semua golongan usia serta tumor ganas yang paling banyak dijumpai dalam bidang THT di Indonesia. Etiologi karsinoma nasofaring bersifat multifaktorial diantaranya faktor genetik, virus dan lingkungan. Namun infeksi virus Epstein Barr merupakan etiologi yang paling dominan untuk timbulnya karsinoma nasofaring. Secara umum gejala klinis karsinoma nasofaring dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok gejala yaitu gejala nasofaring, gejala telinga, gejala mata dan saraf, gejala pembesaran kelenjar limfe leher. Gejala dan tanda yang sering dijumpai berupa benjolan leher, obstruksi hidung, epitaksis dan diplopia, termasuk adenopati leher, otitis media efusi, gangguan pendengaran unilateral atau bilateral, hidung tersumbat, paralisis nervus kranial, retrosphenoidal syndrome of Jacod (kesulitan ekspresi wajah, masalah gerakan mata dan rahang), retroparotidian syndrome of Villaret (sulit mengunyah, gangguan gerakan lidah dan leher), nyeri telinga yang menjalar. Diagnosis karsinoma nasofaring dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan biopsi nasofaring dan pemeriksaan histopatologi.

                                                                               

Kata kunci: Karsinoma Nasofaring, Presentasi Klinis, Diagnosis

Published: 2021-12-02

Full Issue

Articles

View All Issues

DITERBITKAN OLEH IKATAN ALUMNI KEDOKTERAN UNSYIAH (IAKU)